Penelitian Mahasiswa
Hubungan religiusitas dengan kesehatan mental pada narapidana di lapas kelas IIA bangkinang kabupaten kampar tahun 2025
ABSTRAK
Religiusitas dapat menjadi faktor yang mendukung kesehatan mental di tengah tekanan hidup di lembaga pemasyarakatan. Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kesejahteraan individu, termasuk bagi narapidana yang hidup dalam kondisi penuh keterbatasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan religiusitas dengan kesehatan mental pada narapidana di Lapas Kelas IIA Bangkinang Kabupaten Kampar tahun 2025. Desain penelitian ini menggunakan Crossectional dengan jumlah sampel 82 narapidana menggunakan teknik total sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner religiusitas Centrality of Religiosity Scale (CRS) dan kuesioner kesehatan mental Self Reporting Questionnaire (SRQ) dengan uji Fisher’s exact. Skripsimenunjukkan 52 responden (52%) memiliki religiusitas rendah, dan 72 responden (87,8%) yang terindikasi gangguan emosional. Uji Fisher’s exact menghasilkan p-value 0,004 yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara religiusitas dengan kesehatan mental. Kesimpulan terdapat hubungan signifikan antara religiusitas dengan kesehatan mental pada narapidana di Lapas Kelas IIA Bangkinang. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi narapidana untuk dapat terus meningkatkan aktivitas keagamaan baik secara personal maupun bersama-sama, seperti mengikuti wirid pengajian, doa bersama, maupun pembinaan rohani.
Kata kunci : Religiusitas, Kesehatan Mental, Narapidana
Daftar bacaan : 39 Bacaan (2012-2024)
BACHELOR OF
| S004687 | 02 25-54 | Perpustakaan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai | Tersedia - Indonesia |
Tidak tersedia versi lain