Penelitian Mahasiswa
Hubungan konsumsi ultra processing food dan aktivitas fisik dengna kejadian status gizi lebih pada remaja di sma negeri 1 bangkinang kota tahun 2025
PROGRAM STUDI S1 GIZI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PAHLAWAN TUANKU TAMBUSAI
Skripsi, Agustus 2025
SAFDINA WAHYUNI
HUBUNGAN KONSUMSI ULTRA-PROCESSING FOOD DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN STATUS GIZI LEBIH PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 BANGKINANG KOTA TAHUN 2025
xii + 54 Halaman + 9 Tabel + 4 Skema + 14 Lampiran
ABSTRAK
Permasalahan gizi lebih pada remaja saat ini semakin meningkat yang ditandai dengan gaya hidup yang tidak sehat, dimana faktor yang berperan adalah konsumsi ultra-processing food dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi ultra-processing food dan aktivitas fisik dengan kejadian status gizi lebih pada remaja di SMA Negeri 1 Bangkinang Kota tahun 2025. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 3-5 Juni 2025 dengan jumlah sampel 134 siswa dan siswi kelas X dan XI secara stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire untuk konsumsi ultra-processing food dan kuesioner Physical Activity Level untuk aktivitas fisik, serta pengukuran tinggi badan menggunakan stadiometer dan berat badan menggunakan timbangan digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisa univariat diperoleh 84 responden (62,7%) mengalami gizi lebih, 80 responden (59,7%) yang sering mengonsumsi ultra-processing food, dan 82 responden (61,2%) melakukan aktivitas ringan. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konsumsi ultra-processing food (p = 0,000 ; p < 0,05) dan aktivitas fisik (p = 0,000 ; p < 0,05) dengan kejadian gizi lebih. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi ultra-processing food dan aktivitas fisik dengan kejadian status gizi lebih pada remaja di SMA Negeri 1 Bangkinang Kota. Diharapkan siswa lebih bijak memilih makanan, membatasi konsumsi ultra-processing food, dan rutin beraktivitas fisik untuk menjaga status gizi dan kesehatan jangka panjang.
Kata Kunci : Aktivitas Fisik, Gizi Lebih, Remaja, Ultra-Processing Food
Daftar bacaan : 61 Bacaan (2019-2024)
| S004662 | 07 25-27 | Perpustakaan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai | Tersedia - Indonesia |
Tidak tersedia versi lain