Penelitian Mahasiswa
Formulasi kerupuk singkong dengan daging ikan patin sebagai makanan kuliner khas kampar
PROGRAM STUDI S1 GIZI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS PAHLAWAN TUANKU TAMBUSAI
Skripsi, Juni 2025 CHAIRIA ZIKRA
FORMULASI KERUPUK SINGKONG DENGAN PENAMBAHAN DAGING IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) SEBAGAI MAKANAN KULINER KHAS KAMPAR
ix + 84 halaman + 13 tabel + 4 gambar + 9 skema + 16 lampiran
ABSTRAK
Kerupuk merupakan salah satu makanan ringan yang digemari oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia. Namun, sebagian besar kerupuk konvensional memiliki kandungan gizi yang rendah, terutama dalam hal protein dan zat gizi mikro. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi kerupuk singkong dengan daging ikan patin sebagai makanan kuliner khas kampar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat perlakuan: F0 (tanpa penambahan ikan patin), F1 (150 g), F2 (200 g), dan F3 (250 g). Uji organoleptik dilakukan terhadap atribut rasa, aroma, warna, dan tekstur oleh 25 panelis agak terlatih. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa formulasi F3 (penambahan 250 g daging ikan patin) memiliki tingkat penerimaan tertinggi secara keseluruhan, khususnya pada atribut rasa dan aroma. Berdasarkan hasil analisis proksimat terhadap formulasi F3, kerupuk mengandung kadar air 3,65%, abu 1,51%, protein 12,4%, lemak 16,3%, dan karbohidrat 66,14%. Kandungan protein yang tinggi menunjukkan bahwa penambahan daging ikan patin secara nyata meningkatkan nilai gizi kerupuk. Kesimpulanya, penambahan daging ikan patin dalam kerupuk singkong dapat menigkatkan kandugan gizi terutama protein. produk ini berpotensi menjadi cemilan khas daerah yang bergizi dan bernilai ekonomi tinggi.
Kata Kunci: Ikan patin, kerupuk, organoleptik, proksimat, singkong
Daftar Bacaan: 80 referensi (2015–2025)
| S004593 | 07 25-18 | Perpustakaan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai | Tersedia - Indonesia |
Tidak tersedia versi lain